4 Desa Cianjur Diterjang Longsor

CIANJUR, kabarsatu.com – Peristiwa longsor dan pergerakan tanah di Kabupaten Cianjur, khususnya di wilayah selatan terus bermunculan. Bahkan bencana tersebut juga terjadi di empat desa di Kecamatan Takokak. Akibatnya, puluhan rumah rusak, termasuk masjid, dan madrasah.

Sekmat Kadupandak, Wahyu Efendi, mengungkapkan, peristiwa longsor dan pergerakan tanah tersebut sudah muncul sejak Sabtu (30/9) lalu, namun dampak paling parah baru terlihat sehari terakhir.

“Setiap hari tanah terus bergeser, di beberapa titik bahkan sudah ada longsor. Pergerakan tanahnya ada di empat desa, yakni Sukaraharja, Sukasari, Wargaasih, dan Wargasari,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (4/10).

Menurutnya, yang paling parah terjadi di Desa Wargasari dan Wargaasih, dimana jumlah rumah yang rusak mencapai puluhan. Selain rumah, masjid jami dan madrasah juga terkena dampak pergerakan tanah.

“Di Wargaasih ada 29 rumah warga yhang rusak dan satu masjid jami, sementara di Wargasari sebanyak 10 rumah warga dan satu masjid jami serta satu madrasah,” ujarnya.

Wahyu menuturkan, pihaknya terus melakukan pemantauan ke desa yang mengalami pergerakan tanah dan longsor tersebut. Warga yang terancam pun diimbau untuk segera evakuasi ke tempat aman atau ke sanak saudaranya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, dengan munculnya laporan pergerakan tanah dan longsor di Kadupandak, total daerah yang mengalami bencana menjadi lima.

“Awalnya ada empat kecamatan, yakni Cibinong, Sindangbarang, tanggeung, dan takokak. Saat ini laporan dari kadupandak. Tapi ada laporan dari kecamatan lain, yaitu Agrabinta, meskipun belum valid dan data resmi dari Camatnya,” kata dia.

Dia mengaku belum bisa menetapkan darurat bencana untuk Cianjur selatan, sebab harus ada proses dan rekomendasi dari BMKG. Namun pihaknya sudah menerapkan tanggap kebencaan bersama semua pihak.

“saat ini yang terpenting kami fokus mealakukan penanganan pasca bencana di takokak, sebab terbesar dampaknya di Takokak dengan 800 rumah di banyak titik se-Desa Waringinsari,” pungkasnya.DIE




Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.