57 PMKS dari Panti Pijat dan Karoke Terjaring Razia Satpol PP Kabupaten Bogor

BOGOR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor kembali menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat), Jumat (21/8/2020), malam. Hasilnya, 55 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) berhasil digiring petugas korps penegak Perda ini dari sejumlah lokasi yang menjadi sasaran razia.

Uniknya, giat kali ini digelar dengan dua sesi. Sesi pertama, petugas melakukan razia ke sejumlah panti pijat yang ada di kawasan Cibinong. Di beberapa lokasi, seperti Pondok Rajeg, Cikaret hingga Jalan Raya Jakarta-Bogor, tim Satpol PP Kabupaten Bogor berhasil menjaring 23 wanita yang berprofesi sebagai terapis.

Baca juga :  Pemerintah Tetapkan Bandung, Bogor & Magetan untuk Rapid Test Baru

Tanpa basa-basi, tim langsung memboyong mereka yang terjaring ke Markas Komando (Mako) Satpol PP Kabupaten Bogor, Jalan Aman, Komplek Perkantoran Pemkab Bogor, Cibinong.

Tak lama setelah melakukan pendataan sementara, secara mendadak, tim kembali bergerak. Lokasi kedua yang menjadi sasaran adalah Jalan Raya Kemang-Parung. Ada beberapa titik lokasi yang disisir. Seperti karoke di Kampung Jabon, Kecamatan Parung hingga blok Yuli di Kecamatan Kemang.

Baca juga :  Pemkot Tangsel Dapat Dana Insentif Daerah Sebesar Rp 30 Miliar

Hasilnya, 34 wanita yang berprofesi sebagai pemandu lagu diciduk. Mereka pun, langsung digiring ke Mako Satpol PP untuk selanjutnya dilakukan pendataan oleh tim Dinas Sosial Kabupaten Bogor yang memang sudah menunggu.

“Total kami berhasil menjaring 57 orang yang rata-rata berprofesi sebagai terapis dan pemandu lagu. Selanjutnya, kami serahkan ke tim Dinsos untuk dilakukan assesment. Apakah nanti mereka akan dikirim ke panti rehab atau tidak, tergantung hasil assesment yang dilakukan tim Dinsos. Kami, Satpol PP sendiri hanya menjalankan tupoksi kami, yakni penertiban. Keputusan selanjutnya, ada di tangan Dinsos,” tegas Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho. NZI