Agun Gunandjar Sudarsa Berikan Materi Di LK II HMI Tingkat Nasional

BANJAR, Kabar1.com – Pelaksanaan LK II HMI cabang Kota Banjar tingkat nasional, (Selasa,17/7/2018) dihadiri anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golongan Karya, Agun Gunandjar Sudarsa. HMI Cabang Kota Banjar mengundang beliau sebagai salah satu narasumber yang kapasitasnya sebagai salah satu alumni HMI, Agun memberi materi seputar wawasan kebangsaan, Dengan tema materi “Pancasila Sebagai Perekat ┬ádi Tengah Multikulturalisme Bangsa Indonesia”. Salah satu output bagi para peserta mampu tertambah kadar keilmuan wawasan dan kecintaan untuk bisa merawat dan menjaga Islam dan NKRI kedepan.

Baca juga :  Ini Sejarah Kampung Coblong di Citeureup

 

Usai memberikan materi terhadap para kader HMI, Agun Gunandjar Sudarsa menuturkan kepada para awak media terkait undangan nya hadir di LK II HMI Cabang Kota Banjar. Kedatangan dirinya yaitu itu melihat beberapa kegiatan HMI Cabang Kota Banjar yang sangat mendasar dan pilosopi saat ini yaitu, HMI Cabang Kota Banjar mampu memberikan pembelajaran kepada masyarakat umum memberikan pelatihan kursus bahasa Inggris, juga sarana anak-anak.

 

“HMI itu imejnya selalu berhubungan tentang agama islam. Namun, saya pribadi memberikan materi berbangsa dan bernegara, mempersiapkan insan HMI untuk menjadi pemimpin bangsa kedepan. Karena Pancasila sebagai nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan permusyawaratan, keadilan, harus tetap terjaga dan terpelihara oleh Uu.” Terang Agun Gunandjar S.

Baca juga :  Warga Wewengkon Kesepuhan Adat Citorek Bersiap Panen Raya

 

Lanjutnya, kedatangan dirinya kesini bukan membawa nuansa politik, “niat dan itikad saya memberikan legesi yang baik kepada para calon pemimpin bangsa kedepan , mudah-mudahan HMI semakin maju dan mencetak sumber kader dan pemimpin kedepan sebagai mana Pancasila tegas yang memiliki ketuhan kemanusiaan yang adil dan beradab,” harapnya.

Baca juga :  LK II HMI Kota Banjar Dijadikan Sebagai Wahana Rembug Nasional Mahasiswa

 

HMI adalah organisasi kader bukan organisasi masa, maka HMI memandang perlu untuk bagaimana menanamkan pondasi-pondasi ideologi paham keislaman keindonesiaan sebagai bahan suplemen materi untuk bekal bagi mereka di kemudian hari kelak dan juga bagian dari wahana pembentukan karakter bagi setiap individu kader untuk memenuhi standar keilmuan wawasan dan kedewasaan berfikir bertindak.

 

“Karena ┬ámereka sebagai salah satu calon penerus estapeta kepemimpinan HMI di setiap tingkatan cabang di setiap Kabupaten Kota di Indonesia.” Tandas Agun. DGM