Akhir Perjalanan Gembong Narkoba Jaringan Internasional Berakhir Ditangan Petugas BNN

JAKARTA, kabar1.com – Seorang gembong narkoba jaringan internasional akhirnya meregang nyawa setelah anggota BNN terpaksa melepaskan timah panas saat akan dilakukan penangkapan pada Minggu (27/10/2019) kemarin. LH masuk sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) yang melarikan diri ke arah perkebunan warga terpaksa ditembak akibat membahayakan Minggu (27/10/2019) Tim Pemberantasan yang sedang melakukan pengejaran.

“Setelah diberikan tembakan peringatan sesuai prosedur, saudara LH tetap tidak mengindahkan peringatan petugas BNN,  bahkan LH cenderung membahayakan petugas dengan berusaha melakukan perlawanan yang dapat membahayakan keselamatan petugas,” ungkap Deputi Pemberantasan BNN RI Arman Depari dalam siaran persnya, Senin (28/10/2019).

Baca juga :  Hanya Butuh Tiga Jam, BNN dan Tim Gabungan Ungkap Jaringan Jabar dan Sita 3.050.000 Narkoba

Arman mengungkapkan sosok LH sebagai gembong jaringan Internasional Malaysia –  Indonesia yang ditengarai telah beberapa kali berhasil menyelundupkan narkoba ke Indonesia melalui jalur laut di wilayah Aceh dan Selat Malaka melalui wilayah pintu masuk Indonesia, Rayeuk Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh.

“Modus yang dilakukan LH adalah menyelundupkan narkoba ke Indonesia dari Malaysia yang dibawa melalui jalur laut dan melakukan serah terima barang haram tersebut dengan cara menyelundupkan narkoba antar kapal ke kapal (Ship to Ship) pada koordinat yang telah ditentukan di tengah laut,” paparnya.

Baca juga :  Ditengah Pandemik Covid-19, Kapolres Bogor Ungkap Kasus Jaringan Narkoba

Bahkan menurut catatan BNN,  aku Arman, LH juga terlibat dalam kasus di Lapas Langsa yang berujung pada penangkapan sepasang suami istri  berinisial DUS berprofesi sebagai sipir di LP tersebut. “Barang Bukti yang berhasil disita dari rumah Sdr. DUS semuanya berasal dari sdr LH,” sebutnya.

Tim Berantas BNN melakukan penangkapan terhadap empat tersangka lain diantaranya JML, JMD, MUK dan JND serta berhasil menyita sabu sebanyak 6 kilogram yang terbungkus dalam enam bungkus plastik.

Baca juga :  Sestama BNN Pastikan Seleksi CPNS Transparan

Menurut keterangan Karo Humas dan Protokol BNN RI Bapak Sulistyo Pudjo, SIK, M, Si, bahwa Barang Bukti yang berhasil disita oleh Tim Berantas BNN yaitu 44 bungkus Sabu, yang terdiri dari 36 bungkus seberat 36 kilogram, 8 bungkus plastik berisi 80.000 butir ekstasi.

“Beberapa unit sepeda motor dan mobil,  kapal kayu, alat komunikasi, uang 55 juta rupiah, alat komunikasi dan kartu identitas,” imbuhnya.