Astagfirullah, Kota Santri Darurat LGBT

CIANJUR, kabarsatu.com – Dalam menyadarkan bahaya Narkoba dan HIV/AIDS, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur pun bekerjasama dengen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) serta pusat, dengan mengadakan sosialisasi di SMP Islam Cendekia di Jalan Pramuka.

[nk_awb awb_type=”image” awb_image=”11″ awb_image_size=”full” awb_parallax=”scroll” awb_parallax_speed=”0.2″ awb_parallax_mobile=”true”]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[/nk_awb]

Pemkab Cianjur menargetkan pelajar di tingkat SMP dan SMA/SMK untuk paham serta menghindari bahaya narkoba juga perilaku menyimpang ( seks bebas). Pasalnya, perilaku tersebut merusak generasi muda Cianjur dimasa depan.

Ratusan siswa dan puluhan guru dari 130 sekolah  pun hadir dalam seminar yang sudah digelar Kemendikbud di 47 kabupaten/kota dari 20 Provinsi berbeda di 2017 ini. “Target kami sekarang para pelajar, sebab yang sekarang paling rentan ialah remaja dan usia pelajar,” ujar Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, belum lama ini.

Menurutnya, sosialisasi dinilai lebih efektif untuk mencegah peredaran narkoba dan menghindarkan mereka dari HIV/AIDS. “Apalagi Cianjur ini kan juara dua tingkat nasional usaha kesehatan sekolah, tidak akan sulit untuk menyebarkan informasi bahayanya kedua hal tersebut,” ucapnya.

Herman mengatakan, yang perlu diwaspadai oleh para siswa ialah perilaku seks menyimpang atau yang lebih dikenal LGBT. pasalnya perilaku tersebut lebih membuat seseorang rentan tertular HIV/AIDS.

“Mengenai jumlahnya, seperti yang sering diungkapkan sudah lebih dari 1.000 orang, bahkan kemungkinan sudah 2.000 yang terindikasi gay, belum lesbian dan penyimpangan seks lainnya. Sementara penyimpangan itu membuat seseorang lebih mudah tertular HIV/AIDS, makanya perlu dihindari,” katanya.

Di samping itu, Herman juga mewaspadai dampak meningkatnya sektor wisata. Sebab meningkatnya wisatawan membuat aktivitas seks bebas juga tinggi. “Terutama saat ada wisatawan asal Timur Tengah, kami akan antisipasi dengan membuat kantor pewakilan Imigrasi. Jadi nantinya komunikasi menindak turis yang nakal bisa lebih cepat dan maksimal. Ini juga untuk mengantisipasi peredaran narkoba dan HIV/AIDS di Kota Santri,” pungkasnya.DIE




Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.