BPOM Minta BNN dan Polisi Redam PCC

BOGOR, kabarsatu.com – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Barat, Abdul Rohim meminta aparat penegak hukum di Kabupaten Bogor khususnya, yakni Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) dan pihak kepolisian untuk terus menyisir dan mewaspadai peredaran obat Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol (PCC) yang belakangan ini ramai diperbincangkan.

[nk_awb awb_type=”image” awb_image=”11″ awb_image_size=”full” awb_parallax=”scroll” awb_parallax_speed=”0.2″ awb_parallax_mobile=”true”]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[/nk_awb]

Meski belum ditemukan peredaran obat tersebut di Jawa Barat, Rohim memastikan bahwa PCC merupakan jenis obat keras yang dilarang beredar apalagi sampai dikonsumsi secara sembarang oleh seseorang.

Rohim mengaku, pelarangan obat PCC ini telah diumumkan pihaknya sejak tahun 2013 silam. Namun menurutnya, karena ulah oknum tidak bertanggungjawab, obat ini menjadi ramai diperbincangkan.

“Sudah jelas pelarangannya. Ini dimainkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, kalaupun resmi, itupun tidak diperjual belikan secara bebas,” kata Rohim saat dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, Jumat (22/9/2017).

Tewasnya beberapa orang di Kendari, Sulawesi Utara, yang diduga kuat akibat mengkonsumsi obat PCC memang menyita perhatian hampir semua mata di Indonesia.

Menurut Rohim  untuk mencegah hal ini agar tidak terjadi di Jawa Barat, pihaknya sudah melakukan langkah pencegahan dengan memberikan sosialisasi ke tingkat kabupaten/ kota untuk mengawasi barang tersebut. “Harapannya kejadian di Sulawesi sana tidak terjadi di Jawa Barat,” ungkapnya.

Untuk mencegah hal itu, BPOM juga terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak BNN serta kepolisian, untuk membantu mengawasi peredarab obat-obatan tersebut. “Saling tukar informasi, apakah ada atau tidak obat itu di Jabar, karena bukan hanya PCC jenis obat lainpun menjadi perhatian kita. Dan kami berharap ini tidak terjadi di Jawa Barat,” tandasnya menegaskan.

Sekedar diketahui, obat Paracetamol, Caffeine, and Carisoprodol (PCC) telah menghebohkan Kota Kendari. Anak-anak yang meminum obat ilegal tersebut mengalami efek kejang, mengamuk, hingga bertingkah seperti zombi. Apa sebenarnya isi kandungan obat PCC dan apa bahayanya jika paracetamol dikonsumsi bersamaan dengan Caffeine dan carisoprodol?

PCC merupakan obat yang terdiri dari tiga komponen, yaitu paracetamol, caffeine, dan carisoprodol yang masing-masing memiliki efek berbeda.

Paracetamol merupakan obat yang berkhasiat analgetik dan antipiretik. Obat ini dijual bebas di apotek dan biasanya digunakan untuk mengatasi demam, sakit kepala, sakit gigi, dan segala nyeri lainnya.

  1. Paracetamol

“Analgetik merupakan obat penghilang rasa sakit, sementara antipiretik merupakan obat penurun suhu badan. Jadi paracetamol bisa digunakan untuk menghilangkan nyeri dan menurunkan suhu badan pada anak maupun orang dewasa,” ucap Arief Achmad Fauzi, S.Farm, Apt

Mengenai efek samping penggunaan paracetamol, Arief menyebutkan ruam, hipotensi, atau tekanan darah rendah serta alergi dan kesulitan bernapas, namun hal itu jarang terjadi. Salam jangka panjang, penggunaan paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.

  1. Caffeine

Caffein merupakan senyawa kimia berupa alkaloid xantin yang dihasilkan oleh tanaman. Salah satu tanaman yang mengandung banyak kafein adalah biji kopi. Dalam dunia kesehatan, kafein atau caffeineberguna untuk meningkatkan fungsi otak dan bekerja dengan memberikan rangsangan pada sistem saraf pusat.

“Kafein bisa meningkatkan daya pikir, makanya banyak yang senang minum kopi agar bisa fokus bekerja. Selain itu, caffeine juga membantu menghilangkan nyeri otot dan pemulihan cedera,” ucapnya.

Mengenai efek samping, konsumsi caffeine dapat meningkatkan produksi urine berkat khasiat diuretiknya dan juga mampu menaikkan tekanan darah. Untuk itu, seseorang yang terkena hipertensi disarankan untuk menghindari kopi dan makanan yang mengandung caffeine lainnya seperti teh, cokelat, dan minuman berenergi.CH




Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.