Gempur Beberkan Dugaan Pungli di Kanwil Kemenag Banten

BANTEN – Kendati wabah Covid-19 terus menjalar hingga ke pelosok negeri, namun ‘virus’ satu ini rupanya masih saja berkembang. Ya, seakan tak mau kalah, Kolusi dan Nepotisme (KKN) memang telah menjadi penyakit menahun bagi bangsa ini.

Seperti kabar satu ini. Dugaan adanya pungutan liar (pungli), di Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Banten menarik rasa keprihatinan Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur).

Mereka pun menyangkan adanya sikap tak terpuji yang diduga dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab dilingkup kantor tersebut. Ironinya lagi, bak virus yang menjalar, Inspektur Jendral (Irjen) Kementrian Agama RI pun terkesan mandul menyikapi adanya wabah pungli dan gratifikasi di Kanwil Kemenag Banten.

Baca juga :  Pjs Bupati Lebak Terbitkan Perbup Biaya Sertifikat Tanah Program PTSL tekan Pungli Di lebakĀ 

Korlap Gempur, Ilham, mengatakan Irjen Kemenag RI sering kali masuk angin dalam menindaklanjuti berbagai bentuk desakan publik terkait banyaknya dugaan pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan oleh pegawai Kementerian Agama.

“Khususnya berkaitan dengan persoalanā€“persoalan yang menyangkut dengan kepentingan publik,” ucapnya di markas Gempur Tangerang, Sabtu (18/4/2020).

Ilham memaparkan, banyak persoalan yang Gempur telusuri, diantaranya, adanya dugaan pungutan liar ke Madrasah senilai lima juta rupiah per Madrasah se-Kabupaten Lebak dan Pandeglang untuk suksesi putra kandungnya dalam pencalonan sebagai DPR RI dapil Lebak Pandeglang.

Baca juga :  Pemenang Lelang JLD Ditetapkan 25 April

Lalu, adanya dugaan gratifikasi suap menyuap jabatan calon Kepala KUA dan calon pejabat Esellon IV di lingkungan Kanwil Kemenag Banten. Dan, adanya dugaan gratfikasi calon Petugas Haji di bawah naungan Kanwil Kemenag Banten.

Serta, adanya dugaan Gratifikasi berupa buah durian 1 pick-up mobil yang di kirim oleh Kakanwil Kemenag Banten untuk oknum Irjen Kemenag RI.

“Dari sekian banyak persoalan diatas, kami Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat mendesak kepada Ombudsman untuk memberikan teguran keras atas kinerja Inspektur Jenderal yang tidak mampu menuntaskan permasalahan ini,” tegas Ilham.

Ditempat yang sama, aktivis mahasiswa, Ridho Wahyu Saputra yang juga tergabung bersama Gempur menambahkan dengan tegas, bahwa Kakanwil Kemenag Banten tersebut terlibat masif dalam mengerahkan jajaran pegawai di lingkungan Kemenag Banten untuk suksesi Kampanye putranya.

Baca juga :  PGRI: Mohon Pemerintah Segera Bayarkan Tunjangan Guru

“Kakanwil Kemenag Banten itu malakukan pungli dan juga mengerahkan para pegawai dilingkungan Pandeglang-Lebak Banten, untuk suksesi Putra kandungnya dalam pencalonan sebagai DPR RI dapil Lebak Pandeglang,” imbuhnya.

Ridho juga menegaskan, Gempur akan terus mengawasi persoalan tersebut sampai tuntas. “Jika tuntutan kami ini tidak di indahkan, maka kami akan melakukan aksi masa dalam jumlah yang lebih besar,” tandasnya. BRIZ