Gunawan Bos Tambang Pasir Nameng diperiksa Krimsus Mapolda Banten

LEBAK, kabar1.com – Kisruh penggunaan Ijin Usaha Penambangan (IUP) melawan hukum di blok Cek Dum 16 Desa Nameng Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak,pasca laporan pemilik IUP yang sah Dadang Sukendar, saat ini memasuki babak pemeriksaan di Subdit 4 Tindak Pidana Kriminal Khusus ( Satkrimsus) Mapolda Banten.

“Sebentar ya, nanti saya mau melakukan pemeriksaan dulu,” terang Kasubdit 4 Krimsus,AKBP Djoko,pada kabar1.com, Rabu ( 19/7) di ruang tunggu Subdit 4 Krimsus Mapolda Banten.

Baca juga :  LSM Liputan Cium Dugaan Korupsi di Sejumlah Daerah di Jabar

Pantauan kabar1.com di Mapolda Banten, Dadang Sukendar selaku pelapor saat itu datang memenuhi panggilan Krimsus tepat pada pukul 10.00 WIB. Tanpa banyak komentar, Dadang Sukendar langsung memasuki ruang pemeriksaan dan diterima tim penyidik Subdit 4.

Selanjutnya, tiga jam berselang Gunawan pihak terlapor yaitu bos penambang pasir Di Desa Nameng, Kedatangannya didampingi Kepala Desa Cimangeunteung Dedi Sumarno,Ohim serta Wisnu.

Saat disambangi, Gunawan mengaku belum dapat memberikan komentar lebih jauh. ” Maaf nanti saja komentarnya usai pemeriksaan ya,” singkatnya, seraya memasuki ruang pemeriksaan.

Baca juga :  Kasus Kematian Grace, KPAI Tegaskan Akibat Pola Asuh Salah

Untuk diketahui, pasca pengaduan warga Desa Nameng beberapa waktu lalu melayangkan surat pada Bupati Lebak, dalam pengaduannya warga meminta usaha penambangan yang ditengarai ilegal tersebut,untuk segera dilakukan penutupan.

Merespon hal itu, Satpol PP Lebak terjun langsung ke lokasi tambang dipimpin langsung Dartim Kasatpol PP Lebak. Akan tetapi, tim penegak Peraturan Daerah ( Perda) itu gagal melakukan menutup lokasi tambang tersebut.

Baca juga :  Satpol PP Kabupaten Bogor Sita Ratusan Miras

“Sementara, Dadang Sukendar yang disebut-sebut pemilik IUP yang sah, berinisiatif mengadukan masalah itu ke ranah penegak hukum.

Tidak lama berselang, usai pengaduan Dadang Sukendar,tim Satkrimsus Mapolda Banten bereaksi cepat turun kelokasi tambang Gunawan, karena perwakilan penambang hanya mampu menunjukan IUP copyan atas nama Dadang Sukendar, maka tim Satkrimsus langsung memasang cross line tanda usaha penambangan ditutup secara permanen.WNK/YNS