Jangan Jadikan Korban Bencana Komoditas Politik

PALU – Pesta demokrasi serentak bakal digelar tahun 2020 ini. Salah satunya Kota Palu, Sulawesi Tengah. Namun begitu, masyarakat disana, berharap agar tidak menjadikan wilayah terdampak bencana, gempa dan tsunami tahun 2019 lalu, sebagai komoditas politik.

Andi, penyintas bencana di Palu, mengatakan khawatir jika wilayah dampak bencana khususnya Palu dijadikan alat komoditas politik karena hanya akan menimbulkan keresahan. Mereka ingin semua orang lebih punya rasa empati kepada penyintas bencana tsunami dan gempa.

Baca juga :  Jokowi Bisa Tumbang Seperti Ahok

“Kami adalah korban. Kami ingin masalah pemulihan pasca bencana ini tidak dipolitisisasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tolong kami jangan diberi informasi yang tidak benar soal ini,” katanya.

Baca juga :  GP Ansor Parung Panjang Ajak Warga Rawat Negeri dengan Dzikir

Andi, yang juga penyintas wilayah Petobo menambahkan, berita-berita yang tidak benar itu hanya memberikan rasa keresahan dan kesusahan kepada para korban.

“Dalam hal ini, silahkan saja para calon kampanye, mencari simpati dari kami. Tapi tolong dahulukan rasa kemanusiaan kepada kami. Kami tidak mau diberi informasi bohong soal bantuan-bantuan ini,” paparnya.

Baca juga :  Didapuk Jadi Ketua Dewan, Ilham Ngaku Bakal Rajin Ngantor

Andi mencontohkan berita tidak benar yang menimpa warga Petobo dimana diberitakan sebelumnya bahwa Kelurahan Petobo akan dihapus, ternyata setelah diklarifikasi berita itu tidak benar. */RIZ