Kemenko Kemaritiman Ajak Pelaku Medsos Kunjungi Kegiatan Satgas Sektor Citarum

BANDUNG, kabar1.com – Guna membangun jejaring dan sarana pengelolaan opini publik, kali ini Humas (hubungan masyarakat) Kementerian Koordinasi Kemaritiman menggelar kegiatan Orientasi Wartawan bagi pelaku media sosial yang digelar selama dua hari (1-2 Agustus 2018) di Kota Bandung.

“Momen ini dimanfaatkan untuk merangkul netizen, blogger, vlogger, social media influencer bersama media konvensional untuk kampanye citarum,” ujar Latief Nurbana selaku Kabiro Informasi dan Hukum Menko Kemaritiman.

Lanjut Latief, selama ini Kemenko Kemaritiman sudah merangkul media konvensional, merangkul komunitas, anak muda dan mahasiswa, juga organisasi internasional dan negara sahabat. “Tapi kita belum banyak eksplorasi peran social media influencer terkait program percepatan pengendalian pencemaran sungai Citarum,” ungkapnya.

Kegiatan orientasi wartawan yang digagas Humas Menko Kemaritiman mengajak para pelaku medsos (social media influencer) untuk berkesempatan berkunjung dan melihat secara langsung kondisi dan progres dari kegiatan satgas di tiap-tiap sektor Citarum.

Baca juga :  Anwar Ibrahim Temui Jokowi di Istana Bogor

Kunjungan peserta Orientasi Wartawan diawali menuju Satgas Sektor 21, Kol Inf Yusep Sudrajat selaku Komandan Sektor 21 menyambut kedatangan rombongan peserta dan humas menko maritim dan langsung mengajak mengunjungi 2 dari 30 pabrik yang ditutup saluran pembuangan limbahnya dan sudah dibuka kembali, yakni CV Perajutan Sahabat dan PT Teguh Jaya Pranata di Jalan Menger Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (2/8). Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat memperlihatkan kepada peserta bahwa dengan adanya penutupan sebagai shock terapi bagi pabrik, dianggap langkah darurat yang efisien guna mendorong percepatan pembenahan IPAL pabrik.

Baca juga :  Pemkab tak Ada Uang, Kontingen Porda Terancam Dipulangkan

“Selain mendorong percepatan pembenahan, bagi pabrik yang sudah dibuka kami tetap akan mengawasi dan meminta pabrik menandatangani surat komitmen untuk tidak lagi mengulangi buang limbah yang tidak sesuai lagi,” terangnya kepada peserta.

“Terbukti, dengan ditutup saluran pembuangannya, hanya dengan beberapa hari pabrik ternyata mampu memperbaiki dan menunjukkan hasil limbahnya sudah lebih jernih. Parameter saya sederhana, asalkan ada ikan yang hidup di outlet penampungan akhir limbah, rasanya aman buat ekosistem sungai,” tambahnya.

Usai berkunjung ke Sektor 21, rombongan peserta melanjutkan kunjungan ke IPAL terpadu milik PT MCAB yang berlokasi di Jalan Cisirung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Di lokasi tersebut, Dansektor 7 Kol Inf Purwadi mengajak peserta melihat kondisi saluran pembuangan yang ditutup dan mengajak secara langsung progres perbaikan yang dilakukan oleh penanggung jawab pengolahan IPAL terpadu tersebut.

Baca juga :  Ade-Iwan Siap Bekerja

Usai mengunjungi Satgas yang berhubungan menangani persoalan limbah industri, rombongan Humas Menko Kemaritiman dan peserta kegiatan melanjutkan perjalanan ke ‘Nol’ Kilometer Sungai Citarum, yang berada di desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

“Ya, peserta diajak ke tiap-tiap sektor dengan permasalahan yang berbeda-beda. Jadi mereka (peserta) bisa melihat dan mendapatkan gambaran secara langsung bagaimana kondisi dan perkembangan apa saja yang sudah dilakukan prajurit TNI sebagai satgas pengendalian ekosistem citarum dibawah komando Panglima Kodam Siliwangi selaku Wadansatgas,” terang Latief. CUY