Konsumsi PCC, Pelajar di Cianjur Dirawat Intensif

CIANJUR РPelajar kelas XI disalah satu SMK swasta di Cianjur diduga mengkonsumsi PCC. Akibatnya U.W (16) harus mendapatkan penanganan serius di RSUD Cianjur setelah mengalami efek samping penyalahgunaan obat. 

Ayah dari UW, JZA (62) menjelaskan, kondisi anaknya mengalami beberapa gejala efek samping obat tersebut pertama kali diketahui setelah ada kabar dari pihak sekolah jika anaknya sakit. Begitu dapat info tersebut, dia dan istrinya langsung datang ke sekolah dan menjemput anaknya.

“Katanya sakit, tapi tidak tahu sakitnya apa. Setelah dilihat, perilakunya aneh,” ucapnya saat ditemui di Ruang Apel RSUD Cianjur, Selasa (10/10).

Begitu sampai di rumah, perilaku anaknya tersebut semakin aneh. Anaknya berbicara seperti sedang berhalusinasi, U.W juga meraba berbagai macam barang yang ada di sampingnya hingga beberapa bagian lantai.

UW pun mengoceh layaknya mengabsen beberapa nama temannya. Bahkan beberpa kali dia membukakan pintu lantaran merasa ada temannya yang memanggil.

“Sama ibunya juga sempat seperti tidak kenal, seperti ke orang yang baru pertama bertemu,” ujarnya.

Khawatir dengan kondisi anaknya, JZA membawa UW ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan penanganan medis, Senin (9/10). Setelah mendapatkan infus selama semalaman, kondisi anaknya pun mulai membaik, meskipun belum sepenuhnya pulih seperti tidak nyambung saat diajak mengobrol.

Dia menuturkan, anaknya juga sudah menjalani tes darah dengan tiga kali mengambil sampel darah untuk dites labolatorium. Dia menduga anaknya menjadi korban dari penyebaran obat yang saat ini sedang ramai, yakni PCC.

“Khawatirnya terkena penyalahgunaan obat. Saya juga minta kepastian hasil dari tes darah,” katanya.

Selain anaknya, ada tiga siswa lain yang kabarnya mengalami kondisi serupa. Namun¬† dia tidak tahu apakah dibawa ke rumah sakit atau tidak. “Informasinya ada tiga anak lagi, tapi tidak tahu kondisinya. Saya mah fokus ke anak supaya sembuh lagi,” tuturnya.

Sementara itu, meski belum bisa menjawab secara baik, Uw mengungkapkan dia mengkonsumsi dua butir obat yang diberikan seseorang saat berkumpul bersama teman-temannya beberala hari lalu.

Kemudian dia mencoba obat yang diberikan tersebut. Setelahnya dia merasa tidak bisa mengontrol pikiran dan tindakannya.

“Pokoknya ada yang ngasih obat, enggak tahu siapa. Saya minum dua butir. Sewaktu minum, anak-anak (temannya, red) ketawa-ketawa,” ungkapnya.

Di sisi lain, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur yang mendapatkan informasi tersebut bakal menindaklanjuti untuk mencari jaringan yang mengedarkan obat yang diduga PCC tersebut. Namun untuk memastikan, BNNK bakal menunggu hasil dari tes darah salah seorang korban Tersebut.DIE




Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.