Lagi, Satgas Sektor 21 Tutup Lubang Limbah Dua Pabrik Di Cimahi

CIMAHI, kabar1.com – Lagi-lagi, Satgas Citarum Sektor 21 kembali melakukan lokalisir lubang pembuangan limbah pabrik dengan cara menutup lubang tersebut dengan coran. Sudah lebih dari 20 pabrik yang ditutup lubang saluran limbahnya. Kali ini, Senin, 16 Juli 2018, Satgas Sektor 21 menutup lubang pembuangan limbah pada 2 pabrik di wilayah Kota Cimahi-Jawa Barat. Kedua pabrik tersebut diantaranya, PT GMP yang berlokasi di Jalan Industri dan PT. Suritex yang berada di Jalan Raya Nanjung, Cimahi-Jawa Barat.

 

“Mereka (pabrik-red) masih kedapatan oleh anggota satgas membuang limbah yang berpotensi mencemari lingkungan dan ekosistem sungai yang mengalir di wilayah Cimahi,” ujar Dan Sektor 21, Kol Inf Yusep Sudrajat.

Baca juga :  Terapkan Pola Preventif, PT Aswindo Pabrik Keempat Yang Luput Dari Pengecoran

 

Menurut Kol Inf Yusep Sudrajat, tindakan penutupan lubang pembuangan limbah cair milik pabrik adalah bagian implementasi Perpres No 15 Tahun 2018, Satgas Citarum berhak melokalisir sumber pencemaran terhadap ekosistem sungai yang mengalir bermuara ke sungai Citarum.

 

“Dengan melakukan lokalisir seperti ini, diharapkan dapat memberikan efek terhadap pengusaha dalam mempercepat perbaikan pengolahan limbah pabriknya sesuai dan tidak mencemari ekosistem sungai,” jelasnya.

 

Sementara, para pemilik pabrik tekstil yang ditutup saluran pembuangan limbahnya hari ini (16/7) oleh Satgas Sektor 21 menanggapi dengan beragam. Yosef, mewakili pemilik PT Suritex mengaku dengan adanya tindakan penutupan ini menyadarkan pihak manajemen untuk lebih memperhatikan pentingnya proses pengolahan limbah dan menyayangkan jika dinas terkait selama ini tidak memberikan binaan secara lebih lanjut kepada pabrik. “Saya berjanji akan segera membenahi apa yang kurang dalam pengolahan limbah disini,” janjinya.

Baca juga :  Terkait Sektor 9 Kol Inf Arief Prayitno, Kembali Kepada Amanat Perpres No 15 Tahun 2018

 

Ditempat yang berbeda, Frit dari PT GMP menyebutkan jika limbah yang ditemukan oleh Satgas Sektor 21 beberapa hari lalu adalah kelalaian petugas IPAL di pabriknya. Namun dengan penutupan ini, kata Frit, pihak manajemen akan lebih serius dalam melakukan pengawasan dan operasional IPAL di pabriknya.

Baca juga :  Dinas LH KBB Gandeng Satgas Citarum Harum Sidak Limbah Pabrik

 

“Temuan dan alat bukti berupa foto dan video yang kami miliki cukup kuat, sehingga kami putuskan untuk menutup lubang pembuangan limbah dalam waktu sementara. Jika pihak pabrik sudah membenahi secara menyeluruh IPAL nya, kita lihat dan kita akan buka kembali,” terang Dan Sektor 21.

 

“Ini dilakukan demi kebaikan pabrik agar segera mempercepat pembenahan IPAL, karena mulai bulan depan (Agustus 2018-red) akan ditindak dengan proses pidana,” pungkas Yusep Sudrajat. CUY