Mahasiswa Kumala Minta Pemkab Lebak Optimalkan Perda K3

LEBAK, kabar1.com- Maraknya angkutan galian pasir basah yang lalu lalang di jalan Kabupaten Lebak, menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat, diantaranya banyaknya kecelakaan pengendara motor akibat jalan basah dan licin.

Hal tersebut membuat kalangan mahasiswa kumala melakukan aksi unjuk rasa, meminta pemkab Lebak untuk mengoptimalkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 17 tahun 2006 tentang penyelenggaraan K3 ( Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan).

“Tidak, maksimalnya pemda Lebak dalam penyelenggaraan K3, menimbulkan banyak korban kecelakaan pengendara motor akibat jalanan basah, licin dan rusak yang disebabkan angkutan pasir basah marajela bebas berkeliaran tanpa adanya pengawasan,” Teriak Deri Korlap Aksi Kumala Rangkasbitung, dalam aksinya, Rabu (18/7/2018).

Baca juga :  Lanud ATS Bogor Terbangkan Tim SAR ke Brebes

Mahasiswa berterima kasih kepada Pemkab Lebak karena telah membuat masyarakat harus berhati-hati di jalanan dikarenakan banyak Monster Jalanan Pengangkut Pasir Basah yang telah menghabiskan ruas jalan, sehingga takut dalam berkendara.

“Terimakasih pemerintah kami telah melihat peringatan keras tentang Perda no 17 tahun 2006 tentang K3, hingga kami sadar tidak di indahkannya oleh pengangkut pasir lantaran banyak angkutan pasir basah berkeliaran di malam hari,” Sambung Deri.

Baca juga :  Wadduh... Puncak Bogor Longsor Lagi!

“Untuk itu kami menuntut pemerintah Kabupaten Lebak, Tegakan Perda tentang penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan. Agar tidak ada lagi pengendara motor terjatuh, tergelincir akibat kelalaian pengangkut pasir basah,” Pungkasnya.

Sementara itu, menanggapi aspirasi mahasiswa Kumala, Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Lebak (Sat Pol PP) Lebak Dartim mengatakan bahwa satuannya sudah melakukan sweeping ke tempat galian pasir yang ada di Kabupaten Lebak.

Baca juga :  Empat Rumah Warga Di Cianjur Ludes terbakar

“Pihak kami sudah menggelar operasi dibeberapa titik galian pasir dan memberikan peringatan kepada pengusaha galian untuk mentaati peraturan yang berlaku dengan tidak mengangkut pasir dalam keadaan basah dan tidak membuat stockpile di bahu-bahu jalan. Bagi pengusaha yang kedapatan melanggar kami berikan sangsi tegas,” Tandasnya. NAS