Marak Pinjaman Online, Hak Kreditur Terjamin?

BOGOR, kabar1.com – Tak dipungkiri, kondisi ekonomi negara ini memang tengah terpuruk. Imbasnya, krisis ini pun hampir melanda seluruh leading sektor penghidupan warga. Bahkan, sejumlah kalangan, khususnya pebisnis dan pengusaha kini berjudi mendapatkan dana segar demi operasional usahanya.

Beragam cara pun dilakukan. Mulai dari meminjam dana kepada rekanan hingga mengajukan modal usaha ke perbankan.

Baca juga :  Hore, THR Cair Tahun Ini, Ini Besarannya

Uniknya, kendati himpitan ekonomi terus menggerus, di satu sisi, justru hadir ‘angin surga’ yang begitu menjanjikan dengan segala kemudahan yang didapat. Salah satunya, aplikasi pinjamanan online yang kini marak beredar di sosial media.

Baca juga :  Perhutanan Sosial Dorong Ekonomi Rakyat Jawa Barat

Dengan fasilitas yang disediakan, tak jarang kalangan pengusaha memanfaatkan peluang ini dengan harapan bisa tetap memelihara usahanya agar berjalan lancar.

Meski begitu, ‘peluang’ ini bukan tanpa cela. Dengan mudahnya mengakses, seiring kemajuan zaman serta ‘jualan’ jaminan Otorita Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga terpercaya, justru kian membuat siapa saja yang membutuhkan terperdaya dan kadang buta terhadap syarat-syarat pinjaman yang diatur undang-undang. Salah satunya soal hak calon kreditur yang kerap diabaikan debitur.