Pasca Aksi, Kumala Minta Perlindungan Kepolisian

LEBAK,kabar1.com – Pasca aksi yang digelar Kumala (Keluarga Mahasiswa Lebak) yang digelar beberapa waktu lalu, sejumlah pengurus kordinator dari Kumala mendatangi Polres Lebak untuk minta perlindungan.

Menurut Thery Ratu Buana wakil ketua umum Kumala Minggu (15/7/2018) disekretnya mengungkapkan bahwa pihaknya pasca aksi unjuk rasa yang menyoroti kinerja DPRD digedung DPRD Kabupaten Lebak, yang berujung pada penyegelan kantor DPRD tersebut berujung pada tiga orang tamu yang tidak dikenal.

Baca juga :  Geng Motor Asal Depok Resahkan Warga Bojonggede

Kedatangan ketiganya pada hari Kamis (11/7/2018) sekitar jam 14.00, Kumala menduga merupakan utusan dari Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Banten.

“Karena kami mah mun tah turun gunung ya pasti turun gunung” (Kami kalau diperintah turun gunung pasti turun gunung) dan dalam obrolan berikutnya dengan ketiga orang tersebut kami menilai bernada ancaman,” ungkap Thery Ratu Buana menyuarakan ucapan tamunya.

Baca juga :  Humas Polda Jabar Benarkan Kasus Habib Bahar Telah Dilimpahkan Ke Kejaksaan

Atas alasan itu, pengurus Kumala langsung berinisiatif menemui Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto, untuk memohon perlindungan atas kehadiran sejumlah orang tidak di kenal ke Sekretariat Koordinator Kumala pasca aksi unjuk rasa menyikapi kinerja DPRD Lebak, namun sayangnya Kapolres Lebak sedang tidak ada ditempat.

Baca juga :  Seorang Kakek 60 Tahun Cabuli 3 Bocah Ingusan

“Akan tetapi kami diterima oleh Kasat Intelkam Polres Lebak,” tutupnya.PIK