Pemanfaatan RDF Untuk Co-firing PLTU, Inovasi Energi Terbarukan

JAKARTA – Dua kementerian bersama BMUN menggelar pertemuan daring membahas solusi energi terbarukan untuk co-firing PLTU. Pertemuan bertemakan Sustainable Development Webinar Series: Teknologi Pemanfaatan Refused Derived Fuel (RDF) untuk Co-Firing PLTU.

Webinar melibatkan perwakilan dari Kemenko Marves dan Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM serta PT Semen Indonesia (Persero) Tbk – SIG, melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI).

Melalui webinar itu, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves, Nani Hendiarti berharap adanya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, sekaligus mendorong pengembangan program pengolahan sampah dan lingkungan di Indonesia.

Baca juga :  Sering 'Diberangus', Dewan Sebut Cara Pemkab Bogor Salah!
Nani Hendiarti, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan – Kemenko Marves, membuka acara webinar yang dihadiri oleh para praktisi di bidang energi dan masyarakat umum.

Karena dia menilai limbah sampah di Indonesia saat ini sudah dalam segi mengkhawatirkan sehingga diperlukannya solusi berdasar target yang telah ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup, yaitu 70% untuk penanganan sampah dan 30% sisanya untuk penerapan 3R di tahun 2025.

“Pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar merupakan salah satu solusi dan bentuk perwujudan komitmen pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan,” paparnya, Selasa (24/11/2020).

Nani berharap ketahanan energi yang bersumber pada energi baru dan terbarukan harus menjadi keniscayaan dalam pembangunan berkelanjutan, salah satunya melalui upaya waste to energy.

Menjawab persoalan itu, Direktur Manufaktur PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Lilik Unggul Raharjo mengatakan adalah bentuk kontribusi perusahaannya yaitu inovasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif RDF dan saat ini bahkan sudah berjalan di beberapa kota di Indonesia, diantaranya Kabupaten Cilacap dan DKI Jakarta.

Baca juga :  Jembatan Gerendong Diharapkan Dongkrak Roda Perekonomian

“Metode pemanfaatan ini merupakan pengembangan inovasi perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Selain itu kami juga ingin memberikan solusi dan kontribusi dalam mengatasi persoalan sampah domestik yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat”, ujarnya.

Direktur Manufaktur SBI, Lilik Unggul Raharjo
Direktur Manufaktur SBI, Lilik Unggul Raharjo, memaparkan mengenai komitmen Perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia melalui pengelolaan sampah menjadi energi terbarukan.

Dalam penjelasanya, untuk substitusi batu bara di industri semen, RDF juga dapat dimanfaatkan sebagai co-firing di pembangkit listrik. Co-firing merupakan metode substitusi sebagian batubara dengan bahan bakar yang berasal dari energi terbarukan (renewable energy) pada rasio tertentu dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan.

Baca juga :  Puskesmas Naringgung Cianjur Terbaik Nasional

“Metode ini memiliki 2 manfaat sekaligus yaitu sebagai salah satu solusi pengolahan sampah dan sebagai substitusi bahan bakar fosil seperti batu bara, yang dapat dimanfaatkan di PLTU untuk menyediakan listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia,” imbuh Unggul.

Unggul berharap melalui pemanfaatan RDF untuk co-firing pada sektor pembangkit listrik, kedepannya PLTU di Indonesia dapat menggunakan teknologi ini sebagai kontribusi dalam penanganan sampah dan mendukung terwujudnya komitmen Indonesia dalam menerapkan energi terbarukan.