Penertiban oleh Satpol-PP Tuai Reaksi

CIANJUR, kabarsatu.com – Sejumlah kalangan menyayangkan aksi penertiban yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur. Petugas penegak Peraturan Daerah (Perda) itu dinilai gegabah dan asal setiap melaksanakan penertiban.

Seperti yang diungkapkan, Harun Sahbani, warga Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur. Ia menilai, Satpol PP terlalu gegabah saat menjalankan tugasnya melakukan operasi atau razia cipta kondisi yang rutin mereka gelar.

“Setiap perempuan yang beraktifitas pada malam hari, semuanya mereka jaring. Tanpa ditanya dahulu, apa masyarakat tersebut masuk sebagai target yang harus mereka amankan atau tidak,” kata Harun, kepada wartawan, Jumat (29/9/2017).

Harun menyebutkan, petugas itu seharusnya menanyakan terlebih dahulu, tujuan dan keperluan setiap masyarakat yang melakukan aktivitas malam hari. Sebab, ucap ia, tak semua masyarakat yang beraktifitas malam itu sebagai pelanggar Perda.

“Jangan sampai kejadian, orang yang hanya ingin sekedar mencari makan malam, malah harus ikut terjaring dan ikut di data di Kantor Satpol PP. Petugas kan, punya kriteria atau target yang harus mereka amankan, jangan asal comot saja, “Ucapnya.

Lebih lanjut Harun melanjutkan, target operasi yang seharusnya mereka amankan, justru dapat berkeliaran bebas. Karena diduga di bekengi oleh oknum-oknum dari petugas itu.

“Yang santun lah dalam menjalankan tugas, jangan arogan. Sebab, tidak semua masyarakat senang dengan gaya arogan yang ditampilkan petugas,” katanya.

Harun menambahkan, jika memang Satpol PP komitmen untuk menegakan Perda secara benar, masih banyak persoalan pelanggaran Perda yang justru mereka diamkan.

Sementara itu, Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, menjelaskan, Pemkab Cianjur mempunyai beberapa pencanangan program, seperti pemberlakuan jam malam, pemberantasan peredaran minuman keras (miras) dan prostitusi dan berbagi pelanggaran yang bertentangan dengan visi dan misi Kabupaten Cianjur yang harus lebih agamis.

Untuk menegakan program itu, jelas orang nomor satu di Kabupaten Cianjur itu, perlu adanya penegasan dari Satpol PP Cianjur bekerjasama dengan TNI dan juga Polri agar situasi Kabupaten Cianjur kondusif sesuai dengan tujuan yang dicapai.

“Apabila ada, misalkan petugas yang memang melanggar aturan tinggal diidentifikasi mana yang melanggar aturannya. Penerapan tersebut untuk untuk mengurangi kriminalitas, banyaknya kemaksiatan, dan penjualan miras, “Jelas Irvan, saat ditemui wartawan.

Sementara, saat ditanya mengenai adanya dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum Satpol PP yang berdalih sebagai uang jaminan bagi para perempuan yang terjaring razia, Irvan menegaskan, pihaknya tidak mengetahuinya.

“Jika memang terbukti, tentunya akan kami tindak tegas dan dikenakan sanksi, bahkan pemecatan, “Tegasnya. (DIE)




Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.