Percepat Hasil Tes Swap Keluar, Pemkot Bogor Ajukan Laboratorium IPB

Dedie A. Rachim

BOGOR – Tingkat kecepatan hasil tes swab terhadap mereka yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menimbulkan kesulitan tersendiri bagi Pemkot Bogor dalam pendataan jumlah sebaran covid-19. Hal disebabkan hasil tes yang dilakukan harus dikirim ke Balitbangkes yang berada di pusat atau daerah. Butuh waktu dua sampai tiga hari untuk bisa mengetahui hasilnya.

“Ini menjadi dilema tersendiri, khususnya pada kasus PDP yang meninggal. Sampai dimakamkan kadang Pemkot belum mengetahui status PDP tersebut positif atau negatif,” jelas Wakil Walikota Dedie A Rachim dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/3).

Baca juga :  Diduga Rugikan Negara Rp 2 Miliar Lebih, Ratusan e-Warong di Lebak Langgar Pakta Integritas

Kondisi ini tentu sangat berpengaruh terhadap pendataan yang dilakukan Pemkot Bogor. “Kecepatan hasil tes dari Balitbangkes tidak berbanding lurus dengan kondisi dilapangan. Ini harus kita sikapi dan dicari solusinya,” sebutnya.

Baca juga :  Sektor 9 Mewujudkan Sungai Citarum Sebagai Sumber Kehidupan Masyarakat

Sebagai gambaran, saat ini tercatat sudah ada 7 yang berstatus PDP di Kota Bogor yang meninggal. Dari jumlah tersebut, hingga dimakamkan hasil tes swap-nya belum keluar dari Balitbangkes Kemenkes maupun propinsi.

“Selain menyangkut pendataan, kondisi ini juga mempengaruhi prosedural pemakaman. Akhirnya mereka dimakamkan sesuai aturan jenazah yang positif,” papar Dedie.

Untuk itu, Pemkot Bogor menjajagi kemungkinan tes swap bisa dilakukan secara mandiri. Dalam ini, pemkot berkoordinasi dengan IPB, untuk memanfaatkan labotarorium IPB menjadi cabang dari Labkesda Jawa Barat.

Baca juga :  WHO : Seluruh Negara di Dunia Belum Bebas Virus Corona

“Dinkes Propinsi Jawa Barat sudah setuju dan kita juga sudah berbicara dengan Rektor IPB. Tapi tetap ada prosedural persyaratan administratif yang harus ditempuh. Mudah-mudahan dua tiga hari lagi semua nya siap,” pungkas Dedie. DEE