PROFESIONALITAS, Panglima Sepakbola Indonesia

JAKARTA, kabarsatu.com – Tahun-tahun belakangan ini ketika sepakbola Indonesia penuh dengan berita yang mengecewakan, saatnya kita anak bangsa mensolusikan cerita kekisruhan, kegaduhan dan keruwetan yang ada.

Sepakbola sebagai alat menumbuhkan nasionalisme merupakan sejarah yang berulang dengan mengantisipasi apa-apa yang harus dilakukan di masa sekarang dan masa depan.
Jika saat ini semua orang bicara tentang mafia sepakbola, perlu tindakan tegas untuk menyelidiki dan menangkap para pelakunya, hindari kegaduhan dan bukan sekedar “lips service”,berdebat bersilat lidah.

Bukan sekedar ajang kampanye. Keluhan banyaknya pejabat yang seadanya dan asal-asalan mengelola sepak bola di sinilah awal transformasi itu.

Dituntutnya PROFESIONALITAS. Atlet-atlet profesional sepakbola Indonesia bukan hanya wajib berprestasi, namun sejatinya harus progresif dan menjadi motor juga memberi kontribusi terbentuknya manusia baru Indonesia yang seutuhnya.

Sehat jasmani, rohani dan nafsani. Keras dan disiplinnya suasana latihan dan pembinaan saatnya distandarisasi. Menggenjot habis-habisan dan sangat spartan. Instruksi tanpa pilih kasih dan tendeng aling-aling.

Meritokrasi dan menegasikan KKN. Paralel dengan itu, upaya,memutus mata rantai kegaduhan dan kekisruhan yang terus berulang memerlukan pendekatan ilmiah yang ajeg. Sports science and beyond. Dan semua upaya perbaikan dari keadaan terpuruk ini hanya perlu menyebutkan satu hal PROFESIONALITAS.

Suatu bentuk keadaban profetik pada pemajuan sepak bola nasional. Di sepakbola dan profesionalitas ada banyak tokoh/ human modelling yang inspiratif dan layak jadi teladan bagi generasi sepak bola mendatang yang diakui secara internasional.

Hubungan antara sepakbola dan profesionalitas adalah unik. Integratif atau terpadu sejatinya. Menghindari tribalisme yang ekstrim. Memunculkan harapan berbagi, kemenangan bersama, persaingan/kompetisi yang positif, menghindari pertikaian dan selisih paham.

Media menunggu cerita sepakbola yang beradab. Suatu kemampuan untuk mempersatukan bangsa. Memberi harapan saat gagal dan kebahagiaan saat menang. Pengaruh sepakbola sangat besar terhadap banyak kalangan.

Sepakbola profesional dapat memberikan bantuan dari kesulitan hidup, menawarkan kesempatan pada pemangku kepentingan termasuk atlitnya untuk hilangkan kekhawatiran akan keadaan ekonomi hari esok. Sepakbola profesional hadirkan dan rayakan kebanggaan nasional,lokal dan mendorong potensi juga untuk tumbuhkembangnya kearifan lokal.

Hukum harus dijunjung tinggi. Hukum Keolahragaan yang membumi tiada utopis dan dapat mengantisipasi semua dinamika persepakbolaan. Kegaduhan dan skandal akan dapat dihindari. Misi mulia kebanggaan nasional dan mencegah mengejar kepentingan-kepentingan jangka pendek demi kekuasaan semata. Kecenderungan menyalahgunakan sepakbola dan sikap tindak koruptif saatnya dihilangkan.

Tujuan mulia sejak awal. Transformasi sepakbola Indonesia dengan profesionalitas sebagai panglima. Dalam Seni dan Sastra keadaban sepakbola yang komunikatif. Suatu acuan hopotesis yang meyakinkan semua pihak bahwa peradaban kekinian dibangun dengan olah raga berkelas dunia.

*SEMINAR NASIONAL ILUNI UI Tentang Persepakbolaan Indonesia bertajuk “Transformasi Sepak Bola Indonesia: Profesionalitas Suatu Keniscayaan.




Diterbitkan
Dikategorikan dalam Olahraga

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.