PTPN VI Jambi Diduga Kuat Mark Up Biaya Angkutan

JAMBI, kabar1.com – Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) VI Jambi diduga kuat telah melakukan mark up pada biaya pengangkutan CPO, Cangkang dan Inti Sawit Tahun Anggaran (TA) 2016, berakibat kerugian negara bernilai puluhan miliaran rupiah.

Adanya dugaan mark up berakibat menimbulkan kerugian negara tersebut diungkapkan sebuah sumber sebut saja namanya Johny (bukan nama sebenarnya) asal Jambi, beberapa waktu lalu di Jakarta. Ia sengaja datang ke Jakarta menyampaikan berkas diduga sebagai bukti mark up tersebut.

Baca juga :  Tim Buser Polres Sumedang Bekuk Satu dari Tujuh Pelaku Curas

Berkas tersebut antara lain adalah berupa harga satuan pengangkutan sebelum di mark up dan harga satuan setelah dimark up. Dimana kedua harga tersebut merupakan hasil rapat estimasi para direksi dan telah ditanda tangani olah salah satu direksi dan Direktur Utama PTPN VI Jambi.

Baca juga :  Forum Jurnalis Muslim Sesalkan Pernyataan Wartawan Topskor terkait Ustaz Abdul Somad

“Karena diduga kuat telah terjadi mark up, berakibat negara dirugikan puluhan miliaran rupiah. Dan jika benar, maka pelaksana (kontraktor) memperoleh keuntungan berlimpah. Namun diduga kuat sebagian hasil mark up tersebut mengalir ke oknum direksi. Patut diduga kuat dalam kasus tersebut terdapat korupsi, kolusi dan gratifikasi,“ ujar Johny pada Kabar1.com di Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca juga :  Irjen Pol Agung Budi Maryoto Tegaskan Netralitas Polri dan TNI Pilkada Jawa Barat

Sejauhmana kebenarannya, Direksi PTPN VI Jambi yang hendak dikonfirmasi Senin (16/7/2018) tidak berhasil ditemui, menurut Humas PTPN VI Jambi Rahmandani Butar Butar direksi sedang ke Padang.

“Direksi sedang ke Padang,” ucap Rahmandani pada Kabar1.com singkat tanpa mau menyebutkan siapa direksi dimaksud yang kesana (Padang-red), Senin (16/7) di Kantor PTPN VI Jambi.STR/(*)