Putusan PN Jaksel Menangkan Gugatan PT Equator atas kepemilikan 581 Hektar Lahan Di Maja.

LEBAK, kabar1.com Hukum adalah panglima, pepatah lama itu ternyata belum berpihak pada PT EQuator Majapura raya Group. Pasalnya,pasca dimenangkannya gugatan perdata melawan Maria Sopiah,Harvest time serta Kepala BPN Lebak di Pengadilan Negri (PN) Jakarta Selatan dengan Nomor perkara 250/pdt.G/2006,PN Jkt Sel,tertanggal 28 Desember 2017.

“Secara de facto,lahan seluas 581 hektar lebih itu masih dilakukan pembngunan proferty oleh Harvest time ( Citra Maja Raya-red) anak cucu usaha PT.Hanson Tbk.

“Diungkapkan Abdul Ajis SE Ketua Umum Aliansi Peduli Pembangunan Lebak (APPL), yang menyebutkan bahwa lahan yang dibeli secara sah oleh PT. EQutor melalui kuasanya Maria Sopiah tahun 1997, hingga kini lahan seluas 581.95 hektar atau 1.584 bidang tanah yang mencakup Enam Desa di Kecamatan Maja itu.
Ditengarai masih berada di bawah penguasaan Citra Maja Raya (CMR).

Baca juga :  Ormas LMPI Minta Oknum LMDH Diduga Penjual Tanah Negara Diperiksa

“Semestinya pasca amar putusan PN Jakarta Selatan.Semua produk perijinan dan pembangunan perumahan CMR di hentikan oleh Pemkab Lebak, bukan malah sebaliknya,” katanya,pada kabar1.com, Minggu (22/7) di Rangkasbitung.

“Sementara Camat Maja, H.Abdurohim, menjelaskan bahwa pada konteks ini dirinya belum bisa memberikan keterangan. Karena usia jabatannya baru empat bulan.

“Mohon maaf kang,saya baru empat bulan tugas di Maja,jadi belum bisa memberikan keterangan,karena belum begitu hapal persoalannya,” ujarnya.

“Bermula pada tahun 1997, tiga perusahaan group EQuator memberikan kuasa kepada Maria untuk membebaskan lahan sekaligus mengurus sertifikatnya.Dalam perjalanannya, Maria dituding ingkar janji,karena tidak dapat mempertanggung jawabkan penggunaan dana dari PT EQuator untuk pertama lahan tersebut.

Baca juga :  Warga Wewengkon Kesepuhan Adat Citorek Bersiap Panen Raya

“Pada tahun itu pula, PT EQuator mencabut kuasa atas Maria Sopiah, pencabutan kuasa PT EQuator pun langsung di sampaikan pada Bupati dan BPN Lebak.

“Hanya saja, kala itu krisis moneter memaksa PT EQuator menghentikan rencana pengembangan property di Maja Kabupaten Lebak. Hingga kemudian, PT EQuator mengetahui jika lahan yang dibelinya melalui Maria,telah berpindah tangan ke PT Hanson Tbk pasca melantai di bursa saham.

“Usut punya usut, tahun 1999, Maria disebut-sebut telah mengambil semua berkas tanah yang telah dibebaskanmya untuk atas nama PT EQuator dari BPN Lebak. Mengetahui hal itu, PT EQuator tidak tinggal diam, ulah Maria Sopia akhirnya dilaporkan ke pihak Kepolisian Surabaya. Berkaitan dengan status lahan, PT EQuator menggugat Maria SopiaHarvest time, Kepala Kantor BPN Lebak serta sejumlah pejabat Pemkab Lebak ke PN Jakarta Selatan, hingga gugatan itu dimenangkan PT EQuator.

Baca juga :  Disenggol Carry, Fahru Tewas Seketika

“Pada amar putusan PN Jakarta Selatan tersebut,para penggugat merupakan pembeli yang beritikad baik karena itu perlu mendapatkan perlindungan hukum. Jual beli atas lahan seluas 581,91 tahun 1997 adalah dah, Kepala BPN Lebak telahelanggar hukum,serta menghukum Harvest time dan Maria Sopia membayar kerugian materil para penggugat senilai 1,16 triliun secara tanggung renteng.YNS/WNK