Rapid Test di Kota Bogor Batal

Dedie A. Rachim

BOGOR – Rencana rapid test Covid-19 yang akan digelar di GOR Padjajaran, Kota Bogor pada Kamis (26/3/2020), batal dilaksanakan. Hal ini ditegaskan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim.

“Kita putuskan tidak lakukan di GOR, paling tidak delapan tempat yang kita siapkan untuk rapid test,” ujar Dedie dalam rekaman video, Kamis (26/3/2020).

Padahal, diakuinya, pihaknya sudah mempersiapkan delapan lokasi untuk rapid test Covid-19. Dedie menuturkan awalnya GOR Pajajaran disiapkan oleh pihaknya untuk lokasi rapid test namun kemudian dibatalkan dengan berbagai pertimbangan.

Baca juga :  Hore, Pemerintah Bakal Kucurkan Bantuan Rp600 per-Bulan

Dia merinci 8 lokasi yang disiapkan yakni 6 puskesmas induk di 6 kecamatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor dan kantor Dinas Kesehatan Kota Bogor.  “Waktu pelaksanaan tetap kita target kan mulai di minggu ini tapi kan gak mungkin semuanya selesai, artinya minggu ini bisa hari Jumat, Sabtu atau Minggu, seluruh kegiatan butuh 2 sampai 3 hari di masing-masing titik,” katanya.

Baca juga :  Ini Klarifikasi Pemkot Bogor Soal Konferensi Pers Bima Arya

Saat ini sambung Dedie pihaknya terus mendata orang yang akan mendapat rapid test. Mereka adalah orang berisiko yakni dokter, perawat dan petugas medis lainya. Kemudian ODP, PDP dan lingkaran dalam pasien positif.

Baca juga :  Dirum PD Pasar Siap Buka-bukaan

“Untuk menuju kesana (rapid test)  tentu kita harus siapkan juga petugasnya nah kita sedang mencoba melatih paling tidak 30 orang yang jadi pelaksana rapid test dan itu perlu waktu karena contoh ada pengambilan darah di pena, memindahkan ke rapid test dan sebagainya,” kata Dedie. */WAN