Ribuan Warga Jadi Korban Investasi Bodong

CIANJUR – Ribuan warga menjadi korban kasus dugaan investasi bodong. Mereka yang rata-rata berasal dari Cianjur, Sukabumi dan Bandung Barat ini, mengaku belum juga menerima sejumlah paket yang dijanjikan, padahal sudah menyetor uang sejak setahun yang lalu.

Kejadian ini terkuak setelah beberapa warga yang menjadi reseller dan membawahi beberapa orang korban mendatangi sebuah rumah penanggungjawab program investasi tersebut di Kampung Limbangan, Desa Limbangan Sari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jumat (31/7/2020) kemarin.

Mereka datang untuk menagih janji paket Qurban, lebaran hingga elektronik yang sudah tertunda selama berbulan-bulan.

“Kami dijanjikan paket kurban serta paket lebaran yang belum diterima sejak Idul Fitri lalu bakal datang. Ada surat perjanjian sejak kemarin paketnya tertunda. Batas waktunya hari ini (Jumat-red),” ujar Adam, warga Pasirhayam Kecamatan Cilaku sekaligus korban.

Baca juga :  Bawa 115 Paket Ganja, Wanita di Papua Ditangkap BNN

Lebih lanjut Adam, juga memaparkan, dalam investasi yang sudah berjalan beberapa tahun tersebut, pengelola program investasi menjanjikan paket hewan kurban, paket lebaran, hingga barang barang elektronik dan kendaraan bermotor dengan iuran bulanan yang sangat murah.

Adam pun mencontohkan, untuk paket domba atau kambing, peserta hanya perlu membayar iuran Rp 15 ribu per bulan selama setahun. Sedangkan untuk paket kurban sapi, peserta diwajibkan membayar iuran bulanan sebesar Rp 50 ribu setiap bulan dengan jangka waktu setahun.

Baca juga :  Bangsa Indonesia Jangan Takut Orang Gila

“Memang paketnya murah, tidak masuk akal juga. Tapi untuk tahun kemarin banyak yang dapat, makanya tergiur untuk ikutan. Saya sendiri yang ikut istri dan keluarga, total ada 10 orang yang ikut di keluarga. Tapi sampai hari ini, kambingnya tidak ada uang pun tidak tahu kemana,” kata dia.

Senada dengan Adam, Wawan (45), pria asal Sukabumi menjelaskan, kerugian diperkirakan mencapai miliaran, sebab investasi berkedok paket lebaran tersebut memiliki 80 orang ketua dengan masing-masing memiliki reseller. Setiap reseller pun membawahi puluhan hingga ratusan peserta.

Baca juga :  Pembobol SDN Kedung Badak Diciduk

“Makanya kerugian itu ada yang belasan sampai ratusan juta. Korbannya mencapai ribuan orang. Untuk paketnya, ada yang hewan kurban, paket lebaran, barang elektronik, serta sepeda motor,” kata dia.

Sementara itu, Kabagops Polres Cianjur Kompol Warsito mengaku belum bisa melakukan penyelidikan atau menindaklanjuti dugaan penipuan investasi berkedok paket kurban dan lebaran lantaran belum ada laporan resmi.

“Kami masih tunggu laporan resminya. Tapi anggota sudah disiagakan untuk mencegah para korban melakukan tindakan yang tidak diinginkan,” pungkasnya. */DIE