Saluran Pembuangan Limbah IPAL Komunal PT MCAB Ditutup Satgas Sektor 7

DAYEUHKOLOT, www.kabar1.com – Komandan Sektor 7, Kol Kav Purwadi akhirnya memutuskan untuk melokalisir salah satu lubang pembuangan IPAL komunal milik PT MCAB, Jalan Cisirung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (23/7).

Lokalisir dilakukan di sisa sungai Cisuminta yang menjorok ke sungai Citarum, ditutup menggunakan coran semen. Lubang yang ditutup memiliki diameter sekitar 2 meter dan kedalaman 2,5 meter.

Kol Kav Purwadi menjelaskan bahwa, sebelum diputuskan menutup saluran, dirinya sudah melakukan pengecekan pada tanggal 27 Maret 2018, dan dilaporkan ke Kementerian, DLH Kabupaten Bandung, dan KPK. “Setelah dilakukan pengecekan, pihak pengelola IPAL komunal (PT MCAB-red) berjanji akan melakukan perbaikan, tapi nyatanya sampai hari ini masih membuang limbah yang berwarna hitam pekat dibuang langsung ke sungai Citarum,” jelasnya.

“Sabtu dan Minggu kemarin (21-22/7) saya cek lagi, ternyata tetap sama, untuk itu saya sudah laporkan ke komando atas bahwa hari ini saya putuskan menutup lubang dan saluran sungai yang menuju sungai Citarum,” pungkasnya.

Kegiatan lokalisir menutup salah satu lubang pembuangan limbah milik PT MCAB disaksikan oleh Lurah Pasawahan dan petugas Polsek Dayeuhkolot, juga mahasiswa KKN dari Universitas Pendidikan Indonesia.

Sebelumnya, lanjut Purwadi, pada awal bulan ini Kementerian Koordinasi Kemaritiman melalui Deputi IV, melakukan sidak langsung ke IPAL Komunal yang dimanfaatkan oleh 24 pabrik di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Dari sidak tersebut, Deputi IV mengatakan bahwa pengolahan limbah di PT Mitra Citarum Air Biru (MCAB) banyak instalasi pengolahan yang sudah tidak layak operasional, dan harus dilakukan audit lebih lanjut, kenangnya.

Sementara, saat dilakukan penutupan saluran pembuangan limbah milik PT MCAB, kondisi didalam pengolahan limbah komunal tersebut terlihat air limbah yang akan dibuang menuju saluran yang sedang ditutup mulai meluber di dalam kawasan IPAL. “Kita sudah komunikasi ke pabrik-pabrik untuk menyetop atau mengurangi kirim limbah kesini, karena kalo tidak dikurangi berpotensi membanjiri disini (MCAB),” ujar Nur Setiawan, selaku petugas operasional PT MCAB.

Diakui Nur Setiawan, pengelolaan limbah komunal PT MCAB memiliki tiga saluran pembuangan limbah yang dibuang ke sungai Citarum, “dua saluran melalui sungai Cisuminta, satu saluran melalui pipa dengan menggunakan pompa. 50 persen diolah dengan biologi dan kimia, 50 persen hanya menggunakan biologi,” pungkasnya. CUY




Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.