Sembilan Kades Terancam Gagal Nyaleg

BOGOR, kabar1.com – Sembilan Kepala Desa (Kades) yang menyatakan diri akan maju pada pemilihan legislatif 2019 mendatang, terancam gagal. Pasalnya, dua hari menjelang penetapan Daftar Calon Tetap (DCT), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor belum menerima SK pemberhentian dari para calon tersebut.

Padahal berdasarkan aturan, selambat-lambatnya mereka menyerahkan SK pemberhentian tersebut satu hari sebelum DCT dilakukan.

“Penyerahan SK pemberhentian itu paling lambat tanggal 19 September atau H-1 sebelum penetapan DCT,” ujar Komisioner KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni kepada wartawan, kemarin.

Baca juga :  Beda Hasil, Pilkada Kabupaten Bogor Sukses

Ummi mengaku KPU Kabupaten Bogor telah mengimbau kepada partai politik yang mengusungkan para calon untuk mematuhi aturan tersebut pada rapat koordinasi (rakor) beberapa waktu lalu.

Bahkan, kata dia, pihaknya juga telah berkirim sirat ke parpol sebagai informasi peringatan kembali.

“Secara lisan kami sudah mengimbau saat rakor kemarin, kami bahkan sudah berkirim surat untuk mengingatkan kembali,” tuturnya.

Baca juga :  SBY-JK Bersua, Poros Golkar Demokrat Tercipta?

Ummi juga menyebut keterlambatan SK pemberhentian dari para calon akan berimplikasi serius kepada caleg yang diusung. Sebab mereka akan dianggap gugur dengan kata lain tidak bisa mengikuti proses Pileg 2019. “Sesuai aturan, kalau telat ya dianggap gugur,” tegas Ummi.

Diketahui, sembilan kades tersebut diantaranya Kepala Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Nurodin (PKB Dapil 5). Kepala Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Juhdi Saepudin (PDIP Dapil 4). Kepala Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, Ishak (PDIP Dapil 2).

Baca juga :  DPTHP Ditetapkan, Bawaslu Minta Masyarakat Bantu Kawal

Selanjutnya Kepala Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Zaenuri (Gerindra Dapil 6). Kepala Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Muhamad Ansori Setiawan (Gerindra Dapil 2). Kepala Desa Cibening, Kecamatan Pamijahan, Wahyu Irawan (Golkar Dapil 4).

Lalu, Kepala Desa Curug, Kecamatan Jasinga, Agus Awaludin (Golkar Dapil 5) dan Kepala Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Anwarudin (PPP Dapil 5).