Survei Indonesian Presidential Studies: Petrus Kasihiw dan Matret Kokop Dipastikan Memimpin Teluk Bintuni 2020-2024

TELUK BINTUNI – Menjelang hari pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Teluk Bintuni 9 Desember 2020, dukungan pemilih terhadap calon-calon Bupati dan Wakil Bupati kian mengerucut.

Survei terakhir Indonesian Presidential Studies (IPS) yang berkantor di Jakarta, menempatkan Petrus Kasihiw – Matret Kokop (PMK2) sebagai pasangan calon dengan elektabilitas tertinggi dibandingkan rivalnya, pasangan calon Ali Ibrahim Bauw – Yohanis Manibuy (AYO).

Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS) Arman Salam mengatakan, dalam survei yang diselenggarakan pada Akhir November 2020 dengan margin error 4,8 persen ini, elektabilitas Petrus Kasihiw dan Matret Kokop sebesar 51,9 persen, mengungguli lawannya Ali Ibrahim Bauw dan Yohanis Manibuy yang hanya memperoleh 29,1 persen. Selisih kedua kandidat itu sebesar 22,8 persen.

Baca juga :  Petrus Kasihiw Bantu Pengobatan Penderita Polio di Teluk Bintuni

“Dibandingkan survei sebelumnya (September 2020), elektabilitas pasangan PMK2 meningkat cukup drastis dari 32,9 persen menjadi 51,9 persen. Sementara pasangan AYO mengalami tekanan elektabilitas dari 36,8 persen menjadi 29,1 persen,” kata Arman Salam di Hotel Stengkol, Bintuni, Sabtu (5/12/2020).

“Pergeseran tingkat dukungan ini karena pengaruh dinamika di masa kampanye dan semakin mengecilnya undecided voters,” tambah Arman.

Arman menjelaskan, sebaran dukungan terhadap pasangan PMK2 itu mendominasi diseluruh segmen masyarakat meliputi wilayah daratan, pegunungan hingga pesisir. “Tren ini wajar terjadi ketika kandidat petahana mampu mengkomunikasikan hasil capaian pembangunan dan mampu menarasikan program-program di masa datang kepada masyarakat,” tambahnya.

Keberhasilan kandidat PMK2 dalam menyampaikan capaian pembangunannya juga ditunjukkan dalam survei yang mana sebesar 52,6 persen responden menginginkan Petrus Kasihiw dan Matret Kokop memimpin kembali Kabupaten Teluk Bintuni 2020-2024. “Dengan basis dukungan pemilih aktif yang melebihi 50 persen, sulit bagi penantang untuk menyalip dan membalikkan keadaan,” papar Arman.

Baca juga :  Kapolres Bogor Inisiasi Sosialisasi Pencegahan Virus Corona di Statsiun Cibinong

“Pada akhirnya hasil pemilihan akan ditentukan dari tingkat partisipasi pemilih di TPS-TPS pada tanggal 9 Desember nanti. Akan tetapi kalau diumpamakan hari ini dilakukan pemilihan, maka hasilnya seperti temuan survei ini,” ujarnya.

Direktur Komunikasi Politik IPS Andrew Yuen menambahkan, dengan sisa waktu beberapa hari menjelang pemilihan, hampir dipastikan sulit bagi pasangan Nomor Urut 1 (AYO) untuk mengubah peta dukungan karena rentang selisih yang cukup jauh (22,8 persen).

Dalam rentang waktu satu bulan di masa kampanye, pasangan PMK2 cukup konsisten untuk menyampaikan capaian-capaian pembangunan dan menawarkan program-program lanjutan apabila mereka terpilih kembali. “Ini relatif berbeda daripada kompetitornya yang lebih intensif untuk melakukan kritik maupun serangan,” papar Andrew.

Baca juga :  Jelang Pilwalkot 2018, Bima Arya Silaturahmi ke PBB

Alih-alih menawarkan visi-misi dan program yang bernas, pasangan AYO lebih memilih untuk mengkritisi PMK2. “Secara teoritik dan tanpa tendensi ingin mendahului proses, sebenarnya Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni 2020-2024 sudah bisa kita simpulkan, kecuali bila ada kejadian luar biasa atau tsunami politik,” katanya.

Indonesian Presidential Studies adalah lembaga nirlaba yang konsen dibidang riset sosial, demokrasi, sistem pemilihan, dan pembangunan yang berkantor di Jakarta yang dinahkodai oleh direktur eksekutif Nyarwi Ahmad Ph.D. STR/*