Tambang Pasir Nameng Di Tutup Permanen Satkrimsus Mapolda Banten

LEBAK,kabar1.com- Masyarakat Desa Nameng Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak, setidaknya kini dapat bernapas lega.

Pasalnya, lokasi tambang pasir kwarsa yang dikelola Gunawan Cs yang sebelumnya dituding warga biang kerok kerusakan alam dan pencaplokan dua aset Desa berupa areal Cek Dum dan jalan Desa. Terhitung Rabu (18/7) pukul 13.30 WIB ditutup secara permanen oleh Satuan Tindak Kriminal Khusus (Satkrimsus) Mapolda Banten.

Baca juga :  Jalan Penghubung Antar Desa Di Cimanggu Cianjur Amblas

“Lokasi ini kami tutup secara permanen. Untuk informasi lebih lanjut,silahkan hubungi Kasubdit 4 Mapolda Banten,” Terang seorang anggota tim Krimsus, yang enggan namanya dirilis, usai memasang cross Line di area tambang tersebut.

Terpisah, Jamaludin tokoh masyarakat Desa Citeras, menuturkan bawa penutupan lokasi tambang di blok Cek Dum 16 itu, terjadi pasca pemilik Ijin Usaha Penambangan (IUP) yang sah Dadang Sukendar, pada Senin (16/7) lalu mengadukan aksi penggunaan IUP miliknya itu ke Mapolda Banten.

Baca juga :  Pemuda Asal Jangari Tewas

“Oknum pengusaha tambang bilang usaha mereka berijin dan tidak merusak aset Desa. Silahkan buktikan di depan aparat penegak hukum,” Tandas Jamal.

“Untuk diketahui, warga Desa Nameng pekan lalu melaporkan aksi penambangan tanpa ijin tersebut ke meja Bupati Lebak Iti Octavia Jaya Baya dan Satpol PP setempat.

Baca juga :  Sektor 9 Mewujudkan Sungai Citarum Sebagai Sumber Kehidupan Masyarakat

“Merespon hal itu, tim Satpol PP Lebak yang dipimpin langsung Kasatpol PP Dartim, justeru gagal melakukan penutupan lokasi tambang Gunawan Cs. Terang saja, kala itu warga Nameng pun kecewa dan mengklaim Satpol PP gagal dalam menjalankan tugasnya. (WNK/ YNS)