TMMD, Mempertegas Sisi Humanis Prajurit TNI Di Mata Rakyat

SUBANG, kabar1.com – Dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), personil TNI dituntut untuk serba bisa dan cepat tanggap terhadap situasi yang terjadi di masyarakat.  Begitu pula yang dihadapi oleh TNI dalam TMMD ke – 102 di Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Subang.

 

Di tengah kesibukan kegiatan TMMD, Desa Cirangkong berduka. Salah seorang penduduk, Nana warga Dusun RT 01/01, Desa Cirangkong meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Berita duka ini, tidak saja menyelimuti keluarga dan tetangga, tapi anggota Satgas TMMD.

 

“Kami atasnama keluarga besar Kodim 0605 / Subang, turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga besar Almarhum,semoga amal ibadah Almarhum diterima di sisi Allah SWT, Amiin,” kata Pasiter Kodim 0605 Subang Kapten ARM M Saprudin

Baca juga :  Wah... PMII Juanda Bakal Gugat Dinas PUPR Kabupaten Bogor ?!

 

Dua anggota Satgas TMMD ikut terlibat dalam prosesi pemakaman. Mereka juga ikut menggali kubur bersama warga dan mensholatkan untuk terakhir kalinya di Masjid setempat.

 

Lain lagi dengan dua orang anggota TNI Angkatan Darat dari Kesatuan Batalyon  Infanteri 312 Kala Hitam, yang tergabung dalam Satgas TMMD. Mereka terlihat membantu seorang Kakek yang sedang memikul kayu bakar dari hutan, Senin (16/7/2018), keduanya membantu sampai ke rumah Kakek tersebut.

 

Kedua Anggota Prajurit TNI itu, belakangan diketahui bernama Kopral Dua (Kopda) Asep dan Kopda Atang, begitu melihat Kakek Rahmin (72), warga Kampung Banjaran Hilir Rt 01/01 Desa Cirangkong Kecamatan Cijambe.

 

Saat itu, satgas melaksanakan tugas berupa pengerasan jalan desa sepanjang 3,5 kilo meter, yang menghubungkan Desa Cirangkong dengan Desa Cijambe, yang dikerjakan bergotong-royong bahu membahu dengan ratusan warga masyarakat Desa Cirangkong dan ratusan Anggota TNI lainnya.

Baca juga :  Prinsip BETAH, “UANG” Bukan Ukuran Syarat Kelulusan Penerimaan Anggota Polri

 

Terkait hal itu, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke-102, yang sekaligus sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) 0605 Subang Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Fikri Ferdian mengapresiasi kesigapan kedua Anggota Prajurit dari Kesatuan Batalyon Infanteri 312 Kala Hitam itu, sebagai serminan dari seorang Prajurit TNI yang memengang teguh terhadap Sumpah dan Janji Prajurit serta Sapta Marga.

 

“Apapun kondisinya, seorang Prajurit TNI harus mampu melindung, mengayomi dan melayani masyarakat sipil. yang wajib dilindungi, baik pada saat bertugas di daerah konflik, maulun berada di daerah teritorial yang menjadi binaan TNI,” tegas Letkol Fikri, Senin (16/7/2018).

Baca juga :  2018, PDAM Tirta Kahuripan Naikkan Harga Air

 

Menurut Fikri, dalam sumpah Prajurit dan Sapta Marga serta Undang-Undang TNI, di setiap Anggota Prajurit TNI harus tertanam jiwa yang Humanis, karena pada fitrahnya TNI itu lahir dari Rakyat, oleh Rakyat dan untuk Rakyat, tidak arogan, terlebih dalam tugas melaksanakan TMMD ini, Prajurit TNI harus lebih dekat, agar dicintai rakyat.

 

“Pada dasarnya tugas melaksanakan Kegiatan TMMD ini, lebih mengedepankan Humanis, karena Kita bersentuhan langsung dengan masyarakat, apalagi kebiasaan Prajurit TNI Kita ini ada istilah ngadu bako, menjadi salah satu kelebihan Prajurit TNI dalam mendekatkan diri dengan masyarakat, baik dalam menjalankan tugas maupun di luar tugas sebagai Anggota Prajurit TNI,” tandasnya. ARP