UU Penyelesaian Kredit Di Bank, Rancu ?

BOGOR, www.kabar1.com – Undang-undang (UU) Fidusia untuk kepentingan siapa? Ini yang menjadi topik seminar nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Punggawa Inspirasi Rakyat (Panser)., di Gedung PPIB, Jalan Pajajaran,  Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Rabu (8/8/2018).

Seminar yang digelar dengan menghadirkan tiga narasumber lainnya, yakni Divisi Humas Polri, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) serta Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bogor. Mereka memaparkan hal-hal yang terkait dengan UU Fidusia dan cara menyelesaikannya, ketika ada konsumen yang bermasalah.

Ketua Pelaksana Seminar,  Nur Isman Iskandar mengatakan, agenda utama dari seminar ini adalah membahas UU Fidusia yang dinilai masih rancu dan prosedur penyelesaian kredit macet di bank.  “Jadi,  masih banyak terjadi bentrokan antara masyarakat dengan leasing atau debt collector yang mengalami kejadian ditarik motor atau mobilnya di jalan,” ujar Nur Isman. 

Seminar ini. Katanya, ingin menyamakan persepsi. Karena masih banyak masyarakat yang belum paham. “Sebenarnya, UU Fidusia ini kan sifatnya perdata tapi terkadang di lapangan menjadi ke pidana,” tambahnya.

Tak hanya itu, lanjut Isman, LPKSM Panser juga fokus membantu kredit macet di perbankan. Pasalnya, tak sedikit warga yang meminjam uang kepada bank lalu terjadi musibah yang diakibatkan alam, membuat mereka mengalami kesulitan untuk melunasi. Seringnya ketika hal itu terjadi pihak bank hanya memberikan somasi tiga kali kemudian langsung melelang barang tanpa sepengetahuan konsumen.  

“Padahal di UU Konsumen ketika ada pelelangan, konsumen harus mengetahui hasil lelangnya. Jadi kami ingin mendapatkan solusi dari hal ini,” pintanya. 




Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.