Volume Pekerjaan Jalan Cigudeg – Kiarasari Dipangkas, Warga Mengeluh

CIGUDEG – Pembangunan ruas jalan Cigudeg-Kiarasari mendapat kritikan warga. Pasalnya, pembangunan ruas jalan tidak sesuai dengan perencanaan sebelumnya.

Awalnya, pembangunan ruas jalan untuk kawasan Kampung Warung Dua hingga Kampung Juga, Sukaraksa, Cigudeg, Kabupaten Bogor ini rencananya akan dibangun sepanjang 2,1 kilometer, namun dalam realisasinya volume pekerjaan berubah menjadi 1,7 kilometer.

“Sebagai masyarakat saya mempertanyakan kenapa terjadi pengurangan panjang volume proyek jalan harusnya 2,1 kilometer lebih malah dipangkas jaraknya,” kata salah satu warga Desa Sukaraksa Feri Muhtadi (38) kepada wartawan Selasa (1/12/20)

Lebih lanjut ia mengaku, seharusnya pihak UPT PUPR Wilayah VI Cigudeg sebagai lembaga pengawas dapat bersikap tegas terkait adanya ketidak profesionalan dalam pengerjaan pihak kontraktor.

Baca juga :  RTH Kedung Waringin Bikin Anak-Anak Ceria

“Saya juga meminta anggota dewan dapil 5 ambil langkah untuk segera melakukan peninjauan terkait proses administrasi perubahan perencananaan sehingga ada pengurangan volume pekerjaan Hotmik tersebut,” harap Feri.

Ia sangat menyayangkan, pihak kontraktor yang tidak komitmen dengan taggungjawabnya, meskipun sebelumnya pihak kontraktor sudah menyepakati hasil Pree Contruksion Meeting (PCM).

Terlebih, tutur Feri, ruas jalan yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan, sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar.

“Ya apalagi status jalan yang titik volume pekerjaannya yang dikurangi itu sudah rusak berat sehingga banyak masyarakat sering terjatuh kecelakaan, ditambah lagi bahu jalannya sudah dirusak dan digali oleh pemborong sehingga menimbulkan penyempitan jalan,” ungkap Feri.

Baca juga :  Sidang Paripurna HJB ke-538 Berlangsung Khidmat dan Sederhana

“Ditambah kalau musim hujan licin dan lubang nya dalam hingga 25 senti meter kedalamannya sehingga seringkali terjadi kecelakaan bagi warga yang melintasi jalan tersebut,” tambah Feri.

Saat dikonfirmasi, Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah VI Cigudeg Punti Minesa membantah terkait dugaan pengurangan volume pembangunan ruas jalan tersebut.

Menurutnya, ada perubahan rancangan dari proyek yang direncanakan ditahun 2019 itu, sehingga skema rangcangan mengalami pergeseran dari ukuran panjang ruas jalan yang dibangun tersebut.

“Sebenarnya direncanain tahun kemarin dan setelah di survey kembali panjangnya berubah sehingga harus ada yang dikurangi 400 meter dari volume pekerjaan Hotmix, untuk dialihken ke item yudit (saluran air) untuk ditambahkan panjangnya saja,” bebernya.

Baca juga :  Sektor 9 Mewujudkan Sungai Citarum Sebagai Sumber Kehidupan Masyarakat

“Dipangkas hanya 400 Meter, sedikit tidak sampai satu kilo, dan setiap pengerjaan sudah biasa, jadi hanya bergeser sesuai hasil survey dilapangan,” jelas Punti

Pengurangan pembangunan ruas jalan itu, ungkap Punti, akibat tidak mencukupinya anggaran yang diajukan sebelumnya, yakni senilai Rp. 2,8 miliar. Hal ini dibuktikan setelah pihaknya menggelar PLB dilokasi teraebut.

“Ya, anggarannya tidak cukup. Makanya panjang volume pekerjaan hotmik dikurangi dan dialihkan ke pekerjaan saluran air. Untuk bahu jalan yang sudah digali oleh kontraktor itu akan diperbaiki kembali agar masyarakat yang mengendarai motor tidak lagi terjatuh akibat licin dan berlubang sehingga terjadi kecelaakan,” pungkasnya. GUS