Warga Cibunar Minta Pabrik Maut Ditutup

BOGOR, kabarsatu.com – Pasca terjadinya peristiwa maut atau yang menewaskan tujuh orang pekerja dan warga setempat di sebuah pabrik pembuatan alas tempat telur di Kampung Cibunar Kasdun, RT 2/RW 3, Desa Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Minggu sore lalu, membuat warga resah. Mereka pun mendesak agar pabrik itu ditutup.

 

Seperti yang dikatakan Yati (47) mengaku, merasa sedih keberadaan pabrik ini sudah merenggut 7 orang meninggal dunia. “Yang menjadi korban itu adalah tetangga saya semua. Saya ingin perusahan segera di tutup dan tidak beroperasi lagi. Kalau beroprasi lagi nanti menimbulkan korban,” terangnya.

 

Senada, Ade (37) juga menuturkan, kalau bisa perusahan pembuatan alas untuk telor ini jangan di buka lagi. “Iyah segera ditutup.Nanti kalau di buka lagi hawatir akan menimbulkan korban, inikan sudah menimbulkan 7 orang korban, iyah jangan dibuka lagi,” katanya.

 

Menurutnya, perusahan pabrik pembuatan alas atau tempat telur sudah lama berdiri, keberadaannya juga kurang terbuka kepada masyarakat sekitar. “Kita juga belum tau srbelum nya perusahan ini memproduksi apa. Ada kejadian ini aja saya juga baru tau pabrik membuat alas tempat telur,” ungkapnya.

 

Anwar Sadat, merasa terpul lantaran yang menjadi korban itu merupakan kerabat dekat dan tetangganya. Dirinya juga menginginkan pabrik ini ditutup dan tida beroprasi lagi

 

Selain itu, limbah yang menumpuk di luar berada di depan pabrik segera diangkut. “Dihawatirkan kalau tertimpa hujan limbah yang ada di depan tersebut mencemari lingkungan sekitar, “Pungkasnya. (YAS)




Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.