Warga Cilebut-Bojong Gede Minta Pintu Perlintasan KA

BOGOR, kabar1.com – Warga di sekiar perlintasan kereta api (KA) di kawasan Bogor, khususnya sepanjang Kota Bogor hingga Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor mengaku, sudah lama meminta dibuatkan pintu perlintasan KA, namun hingga kini belum ditanggapi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero.

“Kalau sudah kejadian seperti ini mau bilang apa. Di sini kan ramai kendaraan yang lewat, Tapi mereka bilang belum ada uangnya. Saya meminta mereka buatkan pintu perlintasan di sini,” ujar Romlah (50), warga Kampung Petahunan, RT 01/10 Desa Cilebut Timur Kecamatan Sukaraja.

Baca juga :  Bupati Bogor Tinjau Aktivitas Stasiun Bojong Gede di Masa PSBB

Dikatakannya, warga sebetulnya sudah meminta palang perlintasan KA itu sejak 4 tahun lalu, namun belum juga direalisasikan. “Sudah diusulkan, tapi belum ada hingga kini. Sekarang paling hanya dijaga beberapa pemuda saja. Itu juga bergantung dari sinyal yang ada,” tambahnya.

Hal senada dituturkan Saman (32), yang mengatakan, tidak adanya palang perlintasan memang membahayakan. Karena itu, ia meminta kepada PT KAI selaku dinas yang memiliki kewenangan dalam hal ini untuk segera membangun palang perlintasan yang representatif.

Baca juga :  Pasien Positif Covid-19 Bertambah 1 Orang, Tajurhalang Masuk Zona Merah

“Kalau bisa mah pengamanan bagi warga terutama pengguna kendaraan lebih ditingkatkan dengan adanya pemasangan palang perlintasan yang memadai,” tuturnya.

Pantauan dilapangan, setiap kali melintas, sejumlah pemuda yang belum bekerja dengan sukarela membantu warga lainnya mengatur arus lalu lintas diwilayah tersebut.

Baca juga :  Soal OSS, Ini kata Pakar Hukum

“Yah, kita inisiatif saja, kalau pun ada yang baik, biasa ngasih seribu atau lima ratus rupiah. Lumayan kan dari pada ngebebanin orang tua. Lagian ini juga tidak setiap hari, karena biasa gentian. Jika bukan waktunya, saya biasanya jadi supir tembak,” tambah Kipli (20), pemuda Petahunan yang kebetulan ada dilokasi.FUZ