Warga Parungpanjang Gelar Aksi Simpatik

BOGOR, kabarsatu.com – Sejumlah warga Parung Panjang menggelar aksi damai terkait kesepakatan yang telah dicapai antara warga dengan para pengusaha serta pengemudi truk yang selama ini dianggap menjadi ‘biang keladi’ berbagai macam masalah, seperti kerusakan jalan, polusi udara hingga kecelakaan lalu lintas.

Aksi digelar di Jalan Raya Moh Toha, Desa Parung Panjang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Sabtu siang. Tujuan aksi ini tak lain sebagai upaya warga untuk menekan pemberlakuan jam operasional dan aturan yang sudah disepakati tidak dilanggar.

Baca juga :  'Hebat', IMB Puncaki Pelanggaran Perda di Kota Bogor

Pantauan kabarsatu.com dilapangan, para peserta aksi damai hanya membawa spanduk yang bertulisan pesan yang ditunjukan terhadap para supir truk tronton dan pengusaha Quari/tambang agar mentaati kesepakatan yang sudah dibuat.

“Aturan itu sudah disepakati bersama warga dengan pihak pengusaha dan kepolisian, “Ucap Ridwan Manantik (49) Warga Kampung Ranbelut Desa Cibunar, saat menggelar aksi.

Baca juga :  Ini Rupanya Penyebab Kemacetan di Bogor

Ia mengatakan, warga Parung Panjang hanya ingin membangun kepedulian pada seksama dan saling mengingatkan, kita tidak anarkis. “Aksi ini hanya warning saja,” kata Ridwan.

Namun, dirinya mengaku akan ada aksi-aksi simpatik lagi sebagai bentuk mengingatkan dan pengawasan agar aturan jam tayang tidak dilanggar. “Ia nanti ada, mudah-mudahan warga yang lain turut perduli terhadap jalan dan mendukung aksi damai ini,” katanya.

Pasalnya, menurut Ridwan, pelanggaran kesepakatan sudah seringkali terjadi. Padahal, kesepatakan itu disaksikan langsung oleh masyarakat dan pihak pengusaha bersama Muspika Kecamatan Parung Panjang, “Diduga adanya oknum,” katanya.

Baca juga :  Puluhan Camat di Cianjur Dites Urin

Aksi berlansung kondusif, saat kepolisian sektor (Polsek) Parung Panjang meminta warga yang melakukan aksi untuk menghentikan jalannya aksinya tersebut. Kemudian warga secara tertib membubarkan diri.

Kapolsek Parung Panjang, Kompol Lusi Satiningsih saat di hubungi mengaku belum menerima laporan dari warga terkait ada nya aksi ini.MY